Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 12, 2017

Kinerja Semester I 2017 : Bisnis Otomotif Astra Sangat Kinclong, Laba Meningkat 45%

Bisnis otomotif group Astra (PT Astra International Tbk) menggeliat luar biasa. Laba bersih dari bisnis otomotif Grup meningkat 45% menjadi Rp 2,3 triliun, terutama diakibatkan oleh momentum kesuksesan dari penjualan model-model baru yang diluncurkan pada tahun 2016 dan terus berlanjut hingga tahun 2017.
Penjualan mobil secara nasional meningkat 6% menjadi 283.000 unit. Penjualan nasional mobil Astra meningkat sebesar 27% menjadi 161.000 unit, mengakibatkan peningkatan pangsa pasar dari 48% menjadi 57%. Grup telah meluncurkan satu model baru dan dua model revamped selama periode ini.
Penjualan sepeda motor nasional menurun sebesar 7% menjadi 1,4 juta unit. Walaupun penjualan sepeda motor dari PT Astra Honda Motor (AHM) mengalami penurunan sebesar 2% menjadi 1,1 juta unit, namun pangsa pasar AHM meningkat dari 72% menjadi 77%, didukung oleh peluncuran empat model baru dan enam model revamped selama periode ini.
Astra Otoparts, bisnis komponen Grup, mencatat peningkatan laba bersih seb…

Kinerja Astra Semester I 2017 : Bisnis Propertinya Mulai Untung

Raksasa otomotif Indonesia, PT Astra International Tbk (ASII) sudah mengumumkan laporan kinerja semester I 2017 ini. Yang menarik, berdasarkan laporan kinerja semester I 2017, bisnis properti yang terbilang merupakan mainan baru group Astra mulai untung dan menghasilkan, meski masih dalam skala yang kecil.
Laba bersih dari divisi properti Grup Astra bisa mencapai sebesar Rp 42 miliar. Dus, sebuah pertumbuhan yang signifikan  dibandingkan dengan Rp 13 miliar yang dihasilkan pada kuartal pertama tahun 2016. Kinerja baik ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan atas laba yang dihasilkan oleh Anandamaya Residences.
PT Astra International Tbk (ASII) sudah mengumumkan laporan kinerja semester I 2017 ini, laba bersih sebesar Rp 9,35 triliun, naik 31% dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 7,11 triliun.  Presiden Direktur ASII, Prijono Sugiarto juga menginformasikan pendapatan bersih konsolidasi Grup selama periode ini meningkat 11% menjadi Rp 98 triliun, seiring dengan pen…

Kinerja Astra Semester I 2017 : Bisnis Infrastruktur dan Logistiknya Amat Menjanjikan

PT Astra International Tbk (ASII) sudah mengumumkan laporan kinerja semester I 2017 ini, laba bersih sebesar Rp 9,35 triliun, naik 31% dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 7,11 triliun.  Presiden Direktur ASII, Prijono Sugiarto juga menginformasikan pendapatan bersih konsolidasi Grup selama periode ini meningkat 11% menjadi Rp 98 triliun, seiring dengan peningkatan kontribusi pendapatan dari sebagian besar segmen bisnisnya.
Yang menarik, terjadi dinamika yang positif dari segmen bisnis Infrastruktur dan Logistik milik Group Astra. Dilaporkan, laba bersih segmen infrastruktur dan logistik Grup menurun sebesar 3% menjadi Rp67 miliar, sebagian besar disebabkan oleh kerugian awal dari dimulainya ruas jalan tol Cikopo-Palimanan serta pendapatan yang lebih rendah dari bisnis penyedia air bersih.
PT Marga Mandala Sakti (MMS), operator jalan tol yang mengoperasikan jalur Tangerang-Merak sepanjang 72 kilometer (km), yang 79,3% sahamnya dimiliki Perseroan, mencatat peningkatan vo…

Kinerja Astra Semester I 2017 : Luar Biasa, Bisnis Alat Berat dan Pertambangan Meningkat 104%

Konglomerasi multisektor, PT Astra International Tbk (ASII) sudah mengumumkan laporan kinerja semester I 2017 ini, laba bersih sebesar Rp 9,35 triliun, naik 31% dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 7,11 triliun.  Presiden Direktur ASII, Prijono Sugiarto juga menginformasikan pendapatan bersih konsolidasi Grup selama periode ini meningkat 11% menjadi Rp 98 triliun, seiring dengan peningkatan kontribusi pendapatan dari sebagian besar segmen bisnisnya.
Yang menarik, kinerja bisnis Alat Berat dan Pertambangan di Group Astra sangat luar biasa.  Laba bersih Grup Astra dari segmen alat berat dan pertambangan meningkat sebesar 104% menjadi Rp 902 miliar.
PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 105% menjadi Rp1,5 triliun, disebabkan oleh peningkatan volume bisnis pada mesin konstruksi, kontraktor penambangan dan kegiatan pertambangan, yang seluruhnya mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga batu bar…

Kinerja Astra Semester I 2017 : Laba Bersih Naik 31%, Menjadi Rp 9,35 triliun

Konglomerasi multisektor, PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kinerja yang sangat baik di tahun 2017 ini. Laba bersih sebesar Rp 9,35 triliun pada Semester I-2017. Angka itu terpantau naik 31% dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 7,11 triliun. Peningkatan kinerja perusahaan ini, ditunjang dengan positifnya kinerja hampir seluruh lini industri yang digarap perusahaan.
"Sebagian besar bisnis Grup Astra memiliki kinerja yang baik pada semester pertama tahun 2017. Untuk sisa tahun ini, Grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari harga batu bara yang stabil, walaupun hasil kinerja diperkirakan akan terpengaruhi oleh meningkatnya persaingan di pasar mobil dan menurunnya permintaan di pasar motor," kata Presiden Direktur ASII, Prijono Sugiarto dalam keterangan tertulis, Kamis (27/7/2017).
Pendapatan bersih konsolidasi Grup selama periode ini meningkat 11% menjadi Rp 98 triliun, seiring dengan peningkatan kontribusi pendapatan dari sebagian besar segmen bisn…

Kinerja Jababeka Semester I 2017 : Raih Penjualan Rp 1,62 triliun dan EBITDA Rp 500,2 miliar

Emiten di bidang pengembang kawasan industri, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk  (KIJA) membukukan total penjualan dan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 1,62 triliun pada semester pertama 2017, meningkat 19% dibandingkan dengan periode yang sama 2016. Pertumbuhan terutama didorong oleh Pilar bisnis Land Development & Property dan Infrastruktur, dengan peningkatan penjualan masing-masing sebesar 20% dan 19% (yoy).
“Peningkatan tersebut sebagian besar berasal dari kontribusi penjualan Kendal Industrial Park, yang meningkat menjadi Rp 246,8 miliar selama semester pertama 2017 dibandingkan dengan Rp 29,4 miliar di tahun sebelumnya karena membaiknya permintaan,” ujar Corporate Secretary, Muljadi Suganda, melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (1/8).
Pada periode yang sama, kontribusi pendapatan dari pembangkit listrik, yang merupakan bagian dari pilar Infrastruktur, meningkat 23% dari Rp619,9 miliar di semester pertama 2016 menjadi Rp765 miliar pada semester pertama…

Kinerja Tiphone Tumbuh, Bisnis Voucher Tetap Jadi Andalan

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE), pada kuartal pertama 2017 TELE telah berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 6,41 triliun atau meningkat 2,3% dari periode yang sama tahun lalu. Pendapatan itu disumbang segmen voucher dan kartu perdana senilai Rp 5,32 triliun yang meningkat 13,4%. Sedangkan, segmen telepon selular mencapai Rp 1,09 triliun atau turun 30,9%. 
"Kenaikan penjualan di segmen voucher tersebut akibat peningkatan layanan data setelah operator mengeluarkan layanan 4G dan juga buah dari ekspansi perseroan," imbuhnya. 
Sementara dari sisi laba bersih perseroan berhasil mengantungi Rp 117,3 miliar atau meningkat 5,7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Perusahaan juga memutuskan untuk melakukan pembagian dividen tahun ini. Keputusan itu telah disepakati oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). 
"RUPS hari ini menyetujui untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham senilai Rp 16 per saham atau total nilai div…