Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 8, 2017

XL Genjot Paket PRIO Bagi Pelanggan Pascabayar

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meningkatkan komitmen untuk menghadirkan layanan yang maksimal bagi pelanggan pascabayar XL PRIORITAS. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan karakter dan kebutuhan atas akses layanan data dan telekomunikasi yang beragam, XL PRIORITAS menghadirkan Paket PRIO dengan beragam tipe. Masing-masing tipe paket menawarkan benefit layanan data dan telekomunikasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Paket ini berlaku mulai sejak diluncurkan pada 26 Juli 2017.
Senior Advisor Postpaid & XL Center XL Axiata, Rashad Javier Sanchez mengatakan, “Masing-masing pelanggan selalu hadir dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karenanya kami memahami aspirasi para pelanggan yang tetap membutuhkan paket-paket layanan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka untuk akses data dan telekomunikasi. Kami menghadirkan lima tipe Paket PRIO yang bisa dipilih oleh pelanggan XL PRIORITAS disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Setiap tipe menawarkan ben…

Sentuhan Putu Suryajaya Membesarkan Group Nikki Bali

Putu Suryajaya awalnya kepingin menjadi dokter. Karena tak 'tahan' akhirnya malah kepleset jadi pengusaha sukses. Itulah  Putu Suryajaya(32), pemilik dan pengelola Nikki Group yang punya beragam bisnis di Bali. Setamat SMA I Denpasar, Surya yang kelahiran 3 November 1975 ini diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, namun hanya dua semester ia betah menjadi calon dokter. Ia tidak kerasan. Surya kemudian memutuskan pulang ke Denpasar. “Tidak cocok dengan jiwa saya,” alasannya. Akhirnya saat orang tuanya merencanakan membangun hotel, Surya dilibatkan sepenuhnya.
Ternyata Surya memang menemukan dunianya sebagai entrepreneur. Cocok jadi pengusaha.  Kerja kerasnya menjadikannya dipercaya mengelola sepenuhnya hotel pertama milik keluarga dengan 50 kamar, 2 ballroom dan 16 meeting room itu. Ia kibarkan bendera bisnis dibawah payung PT Puri Nikki, Hotel Nikki dan Nikki Fitness Centre -- fiteness centre terbesar di Denpasar. Nikki Group berdiri dari tahun 2000 --…

Muhammad Fendy Leong, Bintang Muda Di Bisnis Ritel Medan

Muhammad Fendy Leong adalah sosok pengusaha muda sukses yang berasal dari Medan. Ia tumbuh dan berkembang di bisnis ritel,  mall / department store.  Di Medan, nama Fendy Leong dikenal karena gebrakannya membangun ritel syariah, yakni mendirikan supermarket syariah pertama di Indonesia yang sempat mendapatkan penghargaan MURI dan juga membangun minimarket syariah. Madinah Syariah, nama supermarket itu, merupakan anchor tenant di Plaza Millenium Medan. Fendy sejatinya merupakam anak seorang pengusaha sukses di Medan, namun ia memilih berbisnis sendiri. Mengibarkan bisnis sendiri. Orang tuanya adalah pemilik Macan Yaohan Group.Tak salah menyebut Fendy sebagai pengusaha idealis karena dalam berbisnis ia tak semata memburu profit.


Ia mengembangkan bisnis ritel syariah,  memulai dengan  mendirikan supermarket seluas 2500 m2, menempati dua lantai di Plaza Millenium. Ia berani mengambil resko dengan mendirikan supermarket syariah pertama dengan skala besar di Medan. "Awalnya banyak yan…

Springwood Residence Gandeng FiberStar Bangun Jaringan Fiber Optik

PT Triniti Dinamik, pengembang Springwood Residence di Serpong kini tengah mengembangkan jaringan fiber optik untuk layanan pendukung bagi penghuninya. Untuk itu pengembang ini menggandeng FiberStar (CBN Group), sebagai provider dan pengembang infrastruktur jaringan fiber optik.  Samuel Stepanus Huang, President Director PT Triniti Dinamik, telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Thomas Dragono, Commerce Director FiberStar. 
Samuel Stepanus Huang mengatakan “Kami sebagai developer  berkomitmen memberikan kepuasan optimal bagi para konsumen kami, salah satu opsinya dengan memberikan kemudahan konsumen dalam hal komunikasi dan informasi. Oleh sebab itu, kami lengkapkan Springwood Residence dengan Fiber Optic, dari salah satu perusahaan terpercaya dalam bidang ini, yaitu : FiberStar, dengan kapasitas koneksi Fiber optik mencapai 100 Gb yang menjadikan Springwood sebagai Smart Building,” kata Samuel.
Thomas Dragono, Commerce Director FiberStar menambahkan, “Memang lokasi prospe…

Kinerja Semester I 2017 : Laba dan Aset PT SMI Bertumbuh

Jakarta 3 Agustus 2017 – PT Sarana Multi Infrastuktur (Persero) (“PT SMI”), BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak sebagai katalis percepatan pembangunan infrastruktur nasional, mencatat kenaikan laba bersih sebesar 2,8% pada semester I-2017. Laba perseroan pada 30 Juni 2017 tercatat sebesar Rp707,4 miliar. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, perseroan hanya memperoleh laba bersih senilai Rp688 miliar.

Pertumbuhan ini juga diikuti dengan pertumbuhan aset perseroan yang naik 5,83% bila dibandingkan 6 bulan lalu, yaitu dari Rp44,3 triliun di akhir tahun 2016, menjadi sebesar Rp46,9 triliun pada 30 Juni 2017. Kenaikan ini diharapkan kian pesat di semester II – 2017.

PT SMI pada awal berdirinya perseroan di 2009, PT SMI dipercaya sebagai katalis yang mendorong pembangunan infrastruktur nasional melalui fasilitas pembiayaan yang disediakannya. Namun seiring perjalanannya, PT SMI mendapat kepercayaan untuk melakukan ekspansi layanannya, yaitu bukan hanya sebatas pembi…

Indosat Akan Terbitkan Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Rp 3 triliun

PT Indosat Tbk ("Indosat" atau "Perseroan") pada hari ini mengadakan Paparan Publik berkenaan dengan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 ("Obligasi") dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 (“Sukuk Ijarah”), keduanya dalam mata uang Rupiah dengan total nilai emisi sebanyak-banyaknya tiga triliun Rupiah. Penerbitan instrumen hutang ini merupakan bagian dari rencana pendanaan Perseroan dalam rangka pelunasan sebagian atau seluruhnya (refinancing) salah satu atau beberapa pinjaman Rupiah yang dimiliki oleh Perseroan dan untuk pengembangan bisnis Perseroan lebih lanjut.
President Director & CEO PT Indosat Tbk. Alexander Rusli mengatakan,"Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang keuangan Perseroan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan sekaligus memperbaiki struktur permodalan dan profil hutang. Kami harapkan hal ini akan memberi efek positif untuk pengemban…

Prodia Berkolaborasi dengan FK UII Jogja

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan terutama dalam hal penelitian di bidang ilmu kedokteran, Laboratorium Klinik Prodia memperpanjang kerjasamanya dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII). PT Prodia Widyahusada atau yang dikenal dengan Laboratorium Klinik Prodia menandatangani perjanjian Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) guna memperkuat kerjasamanya di bidang pendidikan dan penelitian. 
Penandatangan MoU yang berlangsung pada hari Senin, 31 Juli 2017 di Auditorium FK UII ini dihadiri oleh Nandang Sutrisno, S. H, LLM., M. Hum, Ph.D selaku Rektor Universitas Islam Indonesia, dr. Linda Rosita, M. Kes, Sp. PK selaku Dekan Fakultas Kedokteran, Ibu DR. Indriyanti RS, M.Si selaku Vice President Marketing Laboratorium Klinik Prodia, dan sekitar 80 peneliti dari program studi kedokteran FK UII, Program studi Farmasi dan peneliti dari Rumah Sakit dan Puskesmas Mitra Fakultas Kedokteran Indonesi…

Group LAUTAN LUAS Lakukan Merger Tiga Anak Usaha

Korporasi di bidang produksi dan distribusi bahan kimia, Group Lautan Luas, baru saja merampung proses merger tiga anak usahanya. Perusahaan yang dikendalikan keluarga Indrawan Masrin ini menggabungkan PT Dunia Kimia Jaya ("DKJ"), PT White Oil Nusantara (“WON”) dan PT Metabisulphite Nusantara (“MN”) yang semuanya merupakan anak perusahaan PT LAUTAN LUAS Tb. WON dan MN resmi menggabungkan diri menjadi satu perusahaan kedalam entitas DKJ melalui proses penggabungan usaha (merger).
Penggabungan usaha 3 anak perusahaan tersebut efektif terhitung per tanggal 1 Januari 2017. Tujuan dilakukan penggabungan usaha (merger) adalah sebagai upaya dalam melakukan efisiensi dan efektivitas bagi perusahaan.
Penggabungan anak perusahaan tersebut akan memberikan kinerja yang lebih baik dalam pengelolaan keuangan, SDM, logistik, dan administrasi. Selain itu dalam perencanaan lini produksi juga menjadi lebih efisien dan lebih dekat dengan customer karena berada di 3 daerah industri besar di In…

Ma Huateng, Orang Terkaya Asia Setelah Pemilik Alibaba. Siapa dia?

Bos Tencent Ma Huateng sempat menepati posisi pertama orang terkaya di Asia sebelum akhirnya disalip lagi oleh pemilik Alibaba dikarenakan saham Alibaba yang diperdagangkan di New York ditutup menguat 3,6% dan membuat kekayaan pemilik Alibaba, Jack Ma menjadi USD36,4 miliar atau USD 200 juta lebih banyak dari Tencent.


Ma Huateng untuk pertama kalinya menjadi orang terkaya di seluruh Asia. Bahkan, pertama kalinya dia mencapai peringkat pertama orang terkaya di China.

Keuntungan 2,95% saham Tencent di Hong Kong Stock Exchange menambahkan hampir USD1 miliar ke kekayaan Ma Huateng, yang senilai sekitar USD36,2 miliar di peringkat miliarder Forbes real-time. Itu dibandingkan dengan USD35,6 miliar untuk Jack Ma yang tergelincir ke posisi dua orang terkaya di China.


Tencent menawarkan beragam layanan dan produk populer termasuk pembayaran dan permainan, bersama dengan platform jejaring sosial populer WeChat.

Munculnya Tencent dan Alibaba menggarisbawahi bahwa pertumbuhan eksplosif dalam layanan …

Kinerja Bank Syariah Mandiri 2016, Aset Sudah Tembus Rp 78,8 Triliun

Aset Bank Syariah Mandiri (BSM) Per Desember 2016 mencapai Rp 78,8 Triliun, atau meningkat sebesar12,03% (yoy) dari Rp70,4 Triliun pada Desember 2015. Dengan hasil ini, perusahaan tetap menjadi bank syariah dengan aset terbesar.

Direktur Utama BSM Agus Sudiarto, mengatakan, peningkatan aset antara lain ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12,62% (yoy) dari Rp62,1 triliun per Desember 2015 menjadi Rp69,9 triliun per Desember 2016. "Sekitar 49,58% atau sebesar Rp34,7 triliun dari total DPK merupakan low cost fund (giro dan tabungan) atau dana murah," ujarnya di Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Sementara, dari sisi jumlah nasabah, total rekening BSM untuk DPK mencapai 6,47 juta rekening dan 360 ribu rekening untuk pembiayaan. Sehingga, BSM masih tetap memimpin pangsa pasar bank syariah.

Lebih lanjut dia menjelaskan, BSM memimpin pangsa pasar dengan market share per Desember 2016 untuk aset sebesar 22,11%, DPK 25,04%, pembiayaan 22,41%, dan tabungan 32,58%. "Untu…