Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 6, 2017

Prospek Industri Kemasan Sangat Positif, Investor Asing Cari Peluang Investasi dan Kongsi

Pelaku industri kemasan Indonesia tetap sumringah seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan makin besarnya kebutuhkan pekerjaan pengemasan produk di Indonesia. Federasi Pengemasan Indonesia menghitung, potensi penjualan kemasan di Indonesa sekitar Rp 80 triliun per tahun. "Penopang permintaan industri kemasan tahun ini berasal dari segmen ritel terutama sektor usaha kecil dan menengah (UKM)," kata Ariana Susanti, Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia dalam sebuah kesempatan.
Pandangan yang sama dikemukakan Henky Wibawa, ahli senior dari Indonesia Packaging Federation. Menurut Henky, dalam lima tahun terakhir, industri packaging atau kemasan di Indonesia tercatat bertumbuh. Meski pertumbuhannya hanya single digit—padahal lima tahun sebelumnya masih bertumbuh double digit—namun nilai bisnisnya masih sangat menggiurkan. Nilai bisnis industri kemasan di Tanah Air, tahun ini mencapai US$ 6,1 juta hingga US$ 6,2 juta. 
Industri kemasan di Indonesia masih diprediks…

Prospek Menjanjikan, Investor Rumah Sakit Makin Banyak

Pertumbuhan jumlah penduduk menjadi salah satu pemicu yang meramaikan pasar pembangunan dan bisnis rumah sakit di Indonesia. Pada empat tahun ke depan, di Indonesia, ada 17 juta penduduk berusia 65 tahun ke atas. Data menunjukkan, jumlah penduduk berusia 15 tahun hingga 64 tahun bisa mencapai 184 juta jiwa pada 2020.Jumlah penduduk di rentang usia ini bertambah 17 juta sejak 2013.
Penduduk berusia 65 tahun ke atas akan mencapai 17 juta pada 2020. Sementara itu, usia 0 tahun sampai 14 tahun diproyeksi bertambah 2 juta orang menjadi 71 juta pada 2020. Tak heran bila pertumbuhan demand terhadap keberadaan rumah sakit di Indonesia juga semakin nyata. 

Tanpa berharap semakin banyak orang sakit, sektor jasa kesehatan, khususnya rumah sakit, punya ruang bertumbuh besar dalam beberapa tahun mendatang. Tak ketinggalan tantangan yang menyertainya. Ya, pendorong pertama, pasar rumah sakit di Indonesia utamanya didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk. 
Umur produktif  (25 tahun-54 tahun) yang …

Kinerja Gojek Cerah, Sukses Yakinkan Barisan Investor Global

Perusahaan aplikasi transportasi, Gojek dikabarkan baru saja mendapatkan suntikan dana sebesar US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 16 triliun dari raksasa teknologi asal China, Tencent. Kedua pihak telah melakukan kesepakatan.  Dengan tambahan dana segar ini, otomatis valuasi Gojek saat ini sudah menyentuh angka US$3 miliar (sekitar Rp39,98 triliun). 
Kali ini perusahaan alat transportasi berbasis online yakni GoJek mendapat suntikan dana dari salah satu perusahaan raksasa teknologi asal China. Raksasa China tersebut yakni Tencent Holdings Ltd yang dikabarkan melakukan investasi sekitar 100 juta sampai 150 juta dollar Amerika Serikat (AS).
Kabarnya investasi  yang dilakukan pada perusahaan Gojek ini adalah salah satu sinyal Tencent untuk ikut serta dalam pertumbuhan layanan teknologi kawasan Asia Tenggara. Tak hanya Tencent sebelumnya perusahan teknologi Indoneisa ini juga menerima sejumlah investasi dari beberapa perusahaan ekuitas swasta global. Dengan masuknya Tencent di Gojek, berarti…

Kinerja XL Axiata 2017 : Laba Bersih Positif, Pendapatan Kuartal II Rp 5,7 Triliun

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) hari ini mengumumkan hasil audit untuk periode enam bulan pertama yang berakhir per 30 Juni 2017.  XL Axiata berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang menggembirakan di kuartal 2 tahun 2017. Pendapatan terus tumbuh menjadi Rp 5,7 triliun, dan ini merupakan pertumbuhan yang terjadi secara beruntun dalam 3 kuartal terakhir. Pertumbuhan pendapatan jasa yang kuat ini ikut mendorong diraihnya laba bersih sebesar Rp 95 miliar. Hasil kinerja ini tidak terlepas dari penerapan secara konsisten Agenda Transformasi 3R yang telah XL Axiata jalankan sejak 2015 untuk menjadi Data Focused Company.
Kuatnya kinerja XL Axiata pada kuartal 2 tahun 2017 ini terlihat dari pertumbuhan yang terus terjadi secara konsisten dibandingkan kuartal sebelumnya, maupun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. XL Axiata mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 8% QoQ atau meningkat 8% YoY. Sementara itu pada laba bersih tercatat meningkat 71% dibandingkan periode yang sama tahun seb…

Kinerja Hartadinata Abadi : Targetkan Jual Emas Rp 2,6 triliun

PT Hartadinata Abadi Tbk, perusahaan go public di bidang produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia, menargetkan penjualannya tahun 2017 akan tumbuh dikisaran 20 persen dari tahun lalu sebesar Rp2,19 triliun menjadi Rp2,62 triliun. Sedangkan laba diharapkan meningkat dari Rp70,02 miliar menjadi Rp 102,95 miliar. 
Perusahaan itu baru saja sukses melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Setengah dana raihan IPO  digunakan untuk pembiayaan kembali sebagian dari pinjaman modal kerja. Sedangkan sisanya, sebesar 42 persen akan digunakan untuk membeli bahan baku, enam persen untuk pembelian tooling chain machine, dan dua persen untuk pembentukan dan penerapan aplikasi sistem e-commerce.
Pembelian bahan baku menurut dia, diperlukan untuk meningkatkan utilisasi kapasitas produksi di empat pabrik perusahaan. Saat ini, tingkat utilisasi pabrik perseroan tercatat sebesar 26,6 persen dengan kapasitas produksi 60 kilogram (kg) per bulan.
Saat ini, piha…

Kinerja Krakatau Steel : 2016, Laba Operasional Mulai Positif

Perusahaan BUMN bidang baja, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tahun 2016 mulai menghasilkan kinerja laba operasional yang positif. Laba operasional 4,39 juta dollar AS atau sekitar Rp 58,98 miliar pada 2016. Pada tahun sebelumnya, Krakatau Steel mengalami kerugian 183,55 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,53 triliun jika menggunakan kurs akhir 2015.
“Laba operasi ini meningkat dibanding tahun sebelunmya yang profitnya minus karena rendahnya harga baja,” kata Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Sukandar dalam konferensi pers di Karawaci, Tangerang Banten, Selasa (7/3).
Sukandar mengatakan, sekitar Juli 2008 barga baja sempat mencapai 1.090 dollar AS per metrik ton. Seiring krisis di AS, harga turun menjadi tinggal sekitar 400 dollar AS per metrik ton. Kondisi ini memberatkan semua pabrik baja.
Harga kemudian mulai merangkak naik. “Krakatau Steel go public kira-kira di November 2010 saat harga baja sekitar 600-700 dollar AS per metrik ton di dalam negeri,” kata Sukandar.
Namun…

IKEA Bantu Promosi UKM Batik, Tenun dan Tas Kain Indonesia

Gambar
Dalam rangka memperkenalkan dan sekaligus mengangkat produk-produk UKM, IKEA Indonesia mengadakan pameran Teras Indonesia ke-6 yang kali ini menghadirkan produk-produk favorit seperti kain batik, kain tenun dan juga aneka tas yang terbuat dari bahan tekstil maupun kanvas. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 4-6 Agustus 2017 di area pintu masuk toko IKEA Alam Sutera. ‘Teras Indonesia’ merupakan kerjasama antara IKEA Indonesia dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), kali ini diikuti oleh tiga peserta UKM yaitu Berkat Pandu, Nusantara Kreatif, dan Heejou.
Country Marketing Manager IKEA Indonesia, Eliza Fazia mengatakan, “Kami senang bahwa IKEA Indonesia dapat konsisten melaksanakan ajang Teras Indonesia di area pintu masuk toko IKEA Alam Sutera setiap akhir pekan pertama setiap bulan sepanjang 2017, khususnya dalam rangka memperkenalkan produk-produk UKM yang sangat unik dan khas kepada masyarakat.”
Ketiga UKM yang berpartisipasi menampilkan produk-produknya di IKEA Alam Sutera…

Nusa Konstruksi Kejar Proyek Rp 2,5 Triliun

PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. salah satu perusahaan konstruksi swasta terbesar di Indonesia memberikan informasi mengenai target pencapaian tahun 2017.
Dalam keterangan persnya, Sekretaris Perseroan Djohan Halim menjelaskan, “Untuk tahun 2017 ini, Perseroan memproyeksikan memperoleh kontrak baru dengan total Rp 2,5 Triliun atau naik lebih dari 100% dibandingkan perolehan kontrak baru pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 963 Miliar”.
Mengenai komposisi jenis pekerjaan target proyek baru yang disasar oleh Perseroan, tahun 2017 Perseroan menargetkan porsi 70% : 30%. untuk pekerjaan gedung dan infrastruktur. Selain kenaikan terhadap target kontrak baru, Perseroan juga menargetkan kenaikan pada pencatatatan penghasilan usaha Perseroan diangka 2,5 Triliun atau naik dari target penghasilan usaha tahun sebelumnya di angka 1,9 Triliun.
“Dalam perolehan laba bersih, Perseroan menargetkan laba dikisaran 2-3% dari total penghasilan usaha yang dicatat Perseroan,” tambah Djohan Halim. Untu…

Krakatau Bandar Samudera Kembangkan Bisnis Dry Port

Anak usaha Krakatau Steel Group,  PT. Krakatau Bandar Samudera (PT KBS) mulai mengoperasikan dry port di kawasan industri PT Krakatau industral Estate Cilegon (KIEC), Senin (12/6). Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera Tonno Sapoetro mengatakan bahwa dry port berdiri dia atas lahan satu hektare di areal PT KIEC. Dry port merupakan rencana yang sudah pernah terealisasi pada 2012. “ini bagian dari dukungan kami terhadap pemerintah yang mengedepankan logistik. Sejak zaman Belanda juga pengiriman barang dilakukan melalui kereta api, sehingga kita perlu teruskan karena memang lebih efisien,” kata Tonno.
PT. Krakatau Bandar Samudera merupakan  anak usaha dari Produsen baja terbesar nasional PT Krakatau Steel Tbk. Berada di jantung industri Kota Cilegon, yakni di kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon, KBS memiliki keunggulan karena letaknya strategi karena dekat pusat-pusat industri. Saat ini KBS memiliki pelabuhan terdalam alami yakni hingga kedalaman 30 meter, disiapkan untuk mena…

Logindo Jual 6 Kapal dan Lakukan Efisiensi

PT Logindo Samudramakmur Tbk. (“Perseroan”), perusahaan yang bergerak dibidang jasa pendukung kegiatan lepas pantai bagi industri minyak dan gas bumi, berhasil menjual 6 (enam) kapal milik Perseroan kepada pihak ketiga selama dua bulan terakhir ini. Presiden Direktur Perseroan, Eddy Kurniawan Logam, menyatakan :”Kami berhasil menjual 4 (empat) tug boat dan 2 (dua) flat top barge kepada pembeli dalam negeri. Ini merupakan hasil daripada upaya Perseroan yang telah mencanangkan penjualan kapal kapal yang tidak produktif selama ini. Diharapkan penjualan ini juga dapat meringankan sebagian beban biaya operasional Perseroan dalam masa mendatang.” Chief Financial Officer, Sundap Carulli, turut menjelaskan : ” Nilai penjualan kapal kapal tersebut ternyata masih sedikit di atas nilai bersih buku (net book value) sehingga tidak akan ada pengaruh negatif terhadap laba rugi Perseroan. Realisasi penjualan 6 (enam) kapal ini juga merupakan bagian dari pencadangan 17 (tujuh belas) kapal yang dipasa…

Kinerja Tiphone Fantastik, Pendapatan Bersih Melonjak 42%

Gambar
PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) membukukan pendapatan bersih semester I tahun 2016 sebesar Rp 12,89 triliun atau naik 42% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut sebagian besar disumbangkan dari pendapatan bisnis  voucher yang memberikan kontribusi sekitar 78% dari pendapatan Perseroan.
Selama enam bulan pertama tahun ini, TELE meraih pendapatan bersih dari segmen bisnis  voucher dan kartu perdana sebesar Rp 10,01 triiliun atau naik 87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan  pendapatan tersebut merupakan dampak dari pengembangan jaringan distribusi baru yang melibatkan kalangan perbankan yang dilakukan Perseroan pada tahun lalu.
Direktur Utama TELE Tan Lie Pin mengatakan pada tahun 2015, Perseroan giat melakukan ekspansi dengan mengembangkan jaringan distribusi  modern  bekerja sama dengan pihak perbankan, baik pembelian voucher melalui ATM maupun internet banking. Melalui kerjasama tersebut, Perseroan berharap jaringan distribusi baru ini…

Indonesia's Summarecon Group Launch 5 star Bali Hotel With Mövenpick Brand

PT Summarecon Agung Tbk., officially announced the opening of Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali which takes place on Thursday, January 12th, 2017. The ceremonial event was initialized by signing the inscription by Chairman of Summarecon Group, Mr Soetjipto Nagaria and Head of Tourism Badung Regency, Mr Cokorda Raka Darmaan, SH., Msi.
Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali becomes the first 5-star hotel for Summarecon, as well as the fourth hotel are included in the portfolio of hospitality businesses owned by Summarecon.
Soegianto Nagaria as Director of PT Summarecon Agung Tbk., explained "Summarecon took Mövenpick, one of the best of Swiss-born hospitality brand who has experience managing the hotel for more than 44 years, and in more than 25 countries around the world. It's a pride for us that the Mövenpick choose Samasta Lifestyle Village as the location of their first hotel chain in Indonesia."
Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali is located in the area…

Prospek Bisnis Rumah Sakit Cerah, Investor Antri Cari Peluang

Pertumbuhan jumlah penduduk menjadi salah satu pemicu yang meramaikan pasar pembangunan dan bisnis rumah sakit di Indonesia. Pada empat tahun ke depan, di Indonesia, ada 17 juta penduduk berusia 65 tahun ke atas. Data menunjukkan, jumlah penduduk berusia 15 tahun hingga 64 tahun bisa mencapai 184 juta jiwa pada 2020.Jumlah penduduk di rentang usia ini bertambah 17 juta sejak 2013.
Penduduk berusia 65 tahun ke atas akan mencapai 17 juta pada 2020. Sementara itu, usia 0 tahun sampai 14 tahun diproyeksi bertambah 2 juta orang menjadi 71 juta pada 2020. Tak heran bila pertumbuhan demand terhadap keberadaan rumah sakit di Indonesia juga semakin nyata. 

Tanpa berharap semakin banyak orang sakit, sektor jasa kesehatan, khususnya rumah sakit, punya ruang bertumbuh besar dalam beberapa tahun mendatang. Tak ketinggalan tantangan yang menyertainya. Ya, pendorong pertama, pasar rumah sakit di Indonesia utamanya didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk. 
Umur produktif  (25 tahun-54 tahun) yang …

Nilai Valuasi Gojek Diatas Rp 30 triliun, Sukses Gaet Investor Besar Sekaliber Northstar, KKR, Warburg Pincus, Tencent, dan Sequoia Capita

Perusahaan aplikasi transportasi, Gojek dikabarkan baru saja mendapatkan suntikan dana sebesar US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 16 triliun dari raksasa teknologi asal China, Tencent. Kedua pihak telah melakukan kesepakatan.  Dengan tambahan dana segar ini, otomatis valuasi Gojek saat ini sudah menyentuh angka US$3 miliar (sekitar Rp39,98 triliun). 
Kali ini perusahaan alat transportasi berbasis online yakni GoJek mendapat suntikan dana dari salah satu perusahaan raksasa teknologi asal China. Raksasa China tersebut yakni Tencent Holdings Ltd yang dikabarkan melakukan investasi sekitar 100 juta sampai 150 juta dollar Amerika Serikat (AS).
Kabarnya investasi  yang dilakukan pada perusahaan Gojek ini adalah salah satu sinyal Tencent untuk ikut serta dalam pertumbuhan layanan teknologi kawasan Asia Tenggara. Tak hanya Tencent sebelumnya perusahan teknologi Indoneisa ini juga menerima sejumlah investasi dari beberapa perusahaan ekuitas swasta global. Dengan masuknya Tencent di Gojek, berarti…

Bisnis AirAsia Tumbuh Baik, Akan Bentuk Holding Baru dan Beli 400 Pesawat Baru

Kinerja maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Malaysia, AirAsia rupanya sedang mengkilap. Hal itu terjadi di hampir semua unitnya di negara-negara ASEAN. Tak heran, AirAsia berencana menyatukan seluruh bisnisnya yang ada di Asia Tenggara.  Perusahaan tengah mendalami  rencana itu dan terutama terkait masalah regulasi yang mungkin akan menghalanginya. Dalam sebuah laporan yang dirilis CIMB dan dikutip dari CNBC, Selasa (1/8/2017), AirAsia ingin memusatkan bisnisnya di Malaysia di bawah satu payung besar. Saat ini, AirAsia memiliki unit bisnis di Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, dan beberapa negara lainnya di luar Asia Tenggara.
Tujuan penyatuan bisnis ini adalah agar dapat go public alias melantai di bursa saham dengan perusahaan holding baru. CEO AirAsia mengumumkan rencana konsolidasi ini ketika metrik bisnis maskapai tersebut tengah kuat.
"Kami sedang dalam posisi yang fantastis. Saat ini faktor-faktor pertumbuhan sangat tinggi, bisnis dalam kondisi baik dan kami a…

Serikat Pekerja JICT Priok Menolak Hutchison

Belum lama ini ratusan perwakilan pekerja Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) kembali melakukan aksi menolak konsesi badan usaha ke pihak asing, Selasa (2/5) pagi. Mereka melakukan aksi mogok kerja. 
Para pekerja tersebut melakukan orasi dan mengumpulkan seluruh pekerja JICT di salah satu ruangan aula pertemuan yang ada di lantai dasar kantor JICT, depan Pos IX Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Sekjen Serikat Pekerja (SP) JICT, Firmansyah mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan para pekerja untuk menyuarakan aspirasi menolak konsesi yang dilakukan induk perusahaan dan meminta pihak Direksi JICT mendukung suara pekerja.
Di dalam ruangan 'Kresna' berukuran 6x6 meter, puluhan pekerja melakukan orasi dan mengumpulkan perwakilan dari masing-masing operasional JICT untuk menyampaikan aspirasinya.
"Sejak pekan lalui bertemu dengan Pak Gunta (salah satu Direktur JICT yang baru) untuk menyampaikan aspirasi 706 pekerja JICT yang menuntut hak dan kesejahteraan,&…