Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Tanjung Tapa Mulai Dilirik Investor

KAYUAGUNG-Bupati OKI H Iskandar, SE menanggapi positif penemuan benda bersejarah di Teluk Cengal, Kabupaten OKI yang diduga merupakan Bandar Sriwijaya. Penemuan ini makin menegaskan bahwa wilayah Kabupaten OKI layak menjadi “Bandar Sriwijaya” dalam konteks kekinian, yaitu berdirinya Pelabuhan Samudera di kawasan Tanjung Tapa, Kecamatan Air Sugihan, OKI yang telah diusulkan sejak Oktober tahun lalu. “OKI merupakan wilayah potensial untuk pelabuhan samudera. Sejarah mengatakan demikian, berdasar penelitian arkeolog, pelabuhan utama Kerajaan Sriwijaya ada di wilayah OKI. Saya makin optimistis kalau usulan (Tanjung Tapa) Air Sugihan akan terwujud menjadi pelabuhan internasional,” kata Bupati OKI H Iskandar, SE, di Kayuagung, Minggu (10/9). Menurut Bupati, Tanjung Tapa, Air Sugihan memang layak menjadi pelabuhan samudera internasional seperti bandar sriwijaya pada masa itu. Disinggung atas penemuan benda-benda peninggalan Sriwijaya di Teluk Cengal, Iskandar optimistis kalau itu mrmang ada…

Sejumlah Investor Timur Tengah Tertarik Investasi di Jawa Barat

Para calon investor dan investor asal Timur Tengah membidik sejumlah proyek strategis, khususnya proyek infrastruktur di Jawa Barat melalui kerja sama yang dibangun oleh Pemprov Jabar dan Islamic Corporation for the Development of Private Sector (ICD) serta Islamic Development Bank (IDB).
Melalui lembaga keuangan negara-negara Timur Tengah dan negara Islam tersebut, para calon investor dan investor asal Timur Tengah siap berinvestasi di Jawa Barat. Terlebih, IDB selaku lembaga keuangan internasional memiliki anggaran hingga USD5 miliar untuk diinvestasikan, termasuk untuk investasi di Jabar.
Dalam rangka memuluskan kerja sama investasi tersebut, Pemprov Jabar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar menggelar West Java Investor Forum. Melalui forum tersebut, sejumlah proyek strategis, khususnya infrastruktur di Jabar dipamerkan.
Utusan Khusus Presiden Indonesia untuk negara-negara Timur Tengah dan negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) Alwi Shihab mengatakan, par…

Market Research For Foreign Investor Who Will Invest in Indonesia

Our firm consist of experienced team who have do market research project for some multinationals companies in Indonesia. We help foreign investor to secure their investment in Indonesia by conducting reliable market research. We help them with market research / business research that we can do both quantitative or qualitative research. Our service competence in the scope: 


Market Mapping & Competitor Intelligence

We can do an in-depth analysis of potential competitors and market map. We will show who the market leader, top ten players in each idustry and their strength, This includes market overviews, company profiles and analysis of strengths, weaknesses, opportunities and threats in new target markets. We will do this qualitative research to look at your competitors. Our research experts employ SWOT analysis to assess competitor strategies. We can evaluates competitors from all pertinent quantitative angles. We include pricing strategies, product and service comparisons, competi…

Investasi Sektor Manufaktur Perlu Diberikan Insentif

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana menuturkan, industri manufaktur di Indonesia tetap tumbuh, tetapi melambat. Padahal, industri manufaktur merupakan sektor yang paling memengaruhi pertumbuhan ekonomi, karena menarik investasi dan menyerap banyak tenaga kerja.
Pemerintah, kata dia, perlu memberikan insentif agar industri manufaktur semakin tumbuh dan berkembang. Jika kondisi manufaktur dibiarkan melambat, hal itu bisa memicu deindustrialisasi. "Indonesia punya potensi menjadi negara industri, tinggal diberikan insentif yang tepat," ujar dia.
Dalam pandangan dia, beberapa insentif yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur adalah menurunkan harga energi, terutama gas, dan meningkatkan elektrifikasi. Harga gas untuk energi masih mahal, mencapai US$ 8 per mmbtu. Alhasil, banyak sekali pelaku industri yang teriak agar harga gas bisa diturunkan ke level yang paling ideal, sekitar US$ 6 per mmbtu. 
Harga…

Sejumlah investor Jiangsu minat investasi di ndonesia.

Sejumlah investor asal Provinsi Jiangsu, China tertarik berinvestasi di Indonesia. Tak hanya investor swasta, beberapa investor dari perusahaan pelat merah China di Jiangsu juga tertarik investasi di Indonesia.
Ketertarikan investasi di Indonesia disampaikan oleh pengusaha dari Provinsi Jiangsu tersebut saat berkunjung ke Indonesia. Setidaknya, ada 20 orang delegasi Provinsi di wilayah Timur China ini yang datang ke Indonesia.
Chairman RSM Indonesia Amir Abadi Jusuf, yang menemui  delegasi itu bilang, keingintahuan investor dari Jiangsu sangat tinggi. Bahkan, delegasi tersebut telah melakukan perjalanan ke beberapa pabrik yang ada di Indonesia. "Mereka ingin mengetahui doing business di Indonesia," kata Amir, Senin (13/6).
Asal tahu saja, Provinsi Jiangsu ada di pesisir timur China dan merupakan salah satu provinsi yang memiliki keunggulan di bidang manufaktur elektronika, telekomunikasi, dan komponennya. Ada juga industri petrokimia, tekstil, industri logam dan permesinan.

Inkindo Sambut Baik Investor Global ke Indonesia

Asosiasi Konsultan Indonesia (Inkindo) mendukung sepenuhnya kehadiran investor internasional datang ke Indonesia sejalan dengan pembangunan berbagai infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah dewasa ini.
Hal tersebut menyusul peran konsultan yang cukup strategis dalam menentukan datangnya investor, mengingat konsultan merupakan orang pertama yang dimintai pertimbangan sebelum investor melakukan investasi di suatu negara.
Demikian disampaikan oleh Ketua Asosiasi Konsultan Indonesia (Inkindo), Nugroho Pudji Rahardjo di sela-sela penutupan "FIDIC International Infrastructure Conference 2107" dengan tema "Infrastructure Resilient - Improving Life" yang dilaksanakan Inkindo bersama FIDIC (the International Federation of Consulting Engineers).
Sementara itu, wakil ketua Inkindo bidang hubungan internasional, Jimmy Sardjono Michael menyampaikan peran konsultan semakin penting sejalan dengan semakin besarnya investor dari kalangan swasta sebagai sumber pendanaan dalam pem…

Indonesia Makin Diminati Kalangan Investor Asing

Indonesia makin menjadi primadodan bagi kalangan investor asing, seiring mulai pulihnya perdagahgan internasional dan industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang paling diminati. "Iklim perdagangan global terutama di kawasan Asia paling cepat pulihnya. Pulihnya perdagangan global ini akan mendatangkan manfaat bagi Indonesia karena perbaikan kondisi ekonomi," kata Ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto di Jakarta, Rabu (8/8).
Tingginya pangsa pasar di Indonesia, menurut Suryo, terkait jumlah penduduk yang besar, jumlah tenaga kerja yang tersedia, serta kemungkinan peningkatan produktivitas sektor tenaga kerja dan ketersediaan bahan baku merupakan nilai tambah bagi investasi asing yang masuk.
"Sisi positif lainnya, stabilitas politik dan keamanan serta ruang bagi penerapan mekanisme pasar yang terbuka lebar merupakan kondisi yang membuat banyaknya minat investasi asing di Indonesia," paparnya.
Pasar yang skala besar ini…

Investasi Di Kota Tangerang Mencapai Rp 24,7 triliun

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat sebanyak 50 persen investasi yang masuk ke Kota Tangerang disumbangkan oleh industri logam dan elektronik, disusul perdagangan dan jasa, serta industri makanan dan minuman.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Tangerang Mahdiar mengungkapkan saat ini investasi yang masuk ke Kota Tangerang mencapai Rp24,7 triliun atau hampir mendekati target investasi yang masuk sebesar Rp27,8 triliun yang ditetapkan DPMPTSP Kota Tangerang pada 2017 ini.
Berdasarkan sektor industri, investasi yang masuk ke Kota Tangerang sebanyak 50 persen disumbangkan oleh industri logam, dan elektronik, kemudian perdagangan dan jasa sebesar 15 persen, serta industri makanan dan minuman (mamin) sebesar 10 persen, dan aneka industri sisanya
"Capaiannya hingga 50 persen untuk industri berat, perdagangan dan jasa 15 persen, makanan dan minuman 10 persen dan sisanya sektor industri lainnya," kata Mahdiar, di Tangerang, Rabu, 22 Nove…

Investor Taiwan Siap Relokasi Bisnisnya ke Indonesia

Investor Taiwan berencana  memindahkan usaha mereka dari China dan tertarik untuk menanam modal di Indonesia karena kondisinya membaik, kata seorang pejabat di  Kementerian Luar Negeri Taiwan.
"Banyak pengusaha Taiwan yang menanam modal dan mendirikan pabrik di China telah memindahkan usaha mereka ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia," kata Owen Chyi-Wang Hsieh, direktur jenderal yang menangani penugasan di dalam negeri (home assignment), Departemen Urusan Asia Tenggara dan Pasifik, Kemlu Taiwan, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/12).
Berbicara dalam forum Dialog Indonesia-Taiwan yang diadakan The Habibie Center dan Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO), Hsieh mengatakan, pengusaha Taiwan mengambil keputusan tersebut karena biaya tenaga kerja yang meningkat dan undang-undang perburuhan yang makin ketat di China, dan persaingan sengit dengan orang-orang China. Selain kondisi yang membaik, banyak pengusaha Taiwan memindahkan operasi mereka dari Taiw…

Jepang dan China Minat Investasi Mobil Listrik

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan mobil listrik akan segera diproduksi di dalam negeri. Investor asal Jepang dan China yang sudah memiliki bisnis di tanah air disebut telah menyatakan minatnya untuk memproduksi dan memasarkan mobil listrik di tanah air.

"Untuk dalam negeri, investor sekarang yang sudah mempunyai investasi di Indonesia, hampir semua sudah mempersiapkan model. Ada industri Jepang dan China yang sudah punya pabrikan di Indonesia, mereka menyatakan tertarik untuk menggarap," kata Airlangga kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/9). 

Selain investor asal Jepang dan China, investor lainnya, menurut dia, juga tengah mengkaji rencana keterlibatannya dalam proyek tersebut. 

Saat ini, pangsa pasar otomotif di Indonesia memang masih dikuasai oleh produsen asal Jepang, melalui sejumlah label kendaraan. Kendati demikian, produsen otomotif asal China, tampak serius untuk menggerus dominasi Jepang di iklim otomotif Indonesia. 


Selain investor luar, menurut Airlang…

Sejumlah Investor Asing Tertarik Investasi Di Sektor Pariwisata Indonesia

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, sejumlah investor asing berkomitmen menanamkan modalnya senilai USD400 juta atau sekira Rp5,2 triliun untuk mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia.

Komitmen tersebut diperoleh dalam kegiatan Manado International Conference on Tourism. Komitmen tersebut terdiri atas kerja sama bisnis antara perusahaan asing asal China dan perusahaan lokal untuk membangun hotel, apartemen, pusat perbelanjaan, dan diving center senilai USD200 juta. 

Selain itu, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) juga berencana memperluas investasi senilai USD200 juta untuk membangun cottage dan tempat wisata di Raja Ampat. “Selain itu, juga ditandatangani kerja sama antara Dalian Maritime University dengan tujuh lembaga pendidikan di Indonesia,” kata Kepala BKPM Thomas Lembong melalui keterangan tertulis. 

Dia menambahkan, nilai komitmen investasi itu di luar kesepakatan yang diperoleh dalam kegiatan one on one meeting yang diikuti oleh 37 perusahaan dari China, J…

H. Anif Shah, Pengusaha Sukses Sumatera Utara Yang Membangun Bisnis Dari Nol

Bagi masyarakat Sumatera Utara, nama Anif Shah begitu dikenal luas.  Khususnya karena kedermawanan dan kesuksesannya sebagai pengusaha.  Apalagi Anif dan keluarganya cukup aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan Sumut. Anif adalah pengusaha dengan multi bisnis yang juga  membangun usahanya dari bawah. Kini Group Anugerah Langkat Makmur (ALAM) miliknya mencakup bisnis perkebunan dan pabrik kelapa sawit, properti,  kompos, SPBU, sarang burung walet, dll. 
Masyarakat Sumatera Utara, apalagi orang Medan, juga mengenal Anif karena kesuksesannya membangun mega perumahan mewah di Medan, Komplek Cemara Asri dan Cemara Abadi. Maklum, komplek perumahan ini terbilang terbilang paling mewah di Medan selain Komplek Setiabudi. Di Perumahan Cemara Asri tidak sulit  mencari rumah yang harga per unit diatas Rp 2,5 miliar. "Kami punya sekitar 300 hektar tanah di komplek ini, tapi yang dibuka baru 130 ha," kata Musa  Rajecksjah, putra Anif yang ditugasi sebagai direktur utama PT Anug…

33 Pengusaha Oman Minat Investasi di Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan sebanyak 33 pengusaha dari Oman nyatakan minat investasi di Indonesia.  Ini menambah daftar negara-negara Timur Tengah yang berminat untuk berbisnis di Tanah Air, selain Arab Saudi. Thomas menyebutkan, pengusaha-pengusaha tersebut terdiri dari berbagai sektor, yakni sektor konstruksi, ekspor impor, properti, manufaktur, pertambangan, logistik, pariwisata, sektor teknologi informasi, serta perbankan. "Kunjungan delegasi Oman ini menunjukkan bahwa minat berinvestasi dari negara Timur Tengah ke Indonesia mulai muncul. Kami akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Kadin maupun Kementerian Luar Negeri untuk menangkap minat investasi tersebut," kata Thomas dalam keterangan resminya, Kamis (9/3/2017). Menurutnya, meski investasi negara Oman di Indonesia masih kecil, namun kerja sama investasi ini sangat penting mengingat Oman termasuk dalam Dewan Kerja sama untuk Negara Arab di Teluk (Gulf Cooperat…

BKPM Ajak Investor Asing Bangun Kawasan Industri Terintegrasi

Sumber: Sindonews 

Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendukung investor global yang berkomitmen membangun infrastruktur dan kawasan industri terintegrasi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen BKPM menarik minat investor global guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menyambut baik kehadiran mitra asing di Indonesia sebagai salah satu upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah.


"Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dibutuhkan beberapa hal, salah satunya investasi. Kita masih butuh banyak investasi dari perusahaan asing yang datang ke Indonesia. Ini bukan masalah sudah cukup atau belum tapi memang kita masih butuhkan karena kita tetap ingin tumbuh dan berkembang," ujar dia kepada media, Jakarta, Selasa (28/3/2017).


Menurutnya, tahun ini Indonesia memiliki target pertumbuhan ekonomi 5,2% dan akan menjadi 6,1% di tahun berikutnya. Kebutuhan investas…