Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 10, 2016

Kinerja BTN 2016, Laba Tumbuh 25,40% Pada Semester I

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan semester I 2016 dengan peningkatan laba bersih sebesar 25,40% menjadi Rp1,042 Triliun dari Rp 850 Milyar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan operasional BTN, yang terdiri dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp3,696 Triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp584 Milyar. 

Pendapatan bunga bersih ini tumbuh 15,71% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,194 Triliun. Sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 12,56% dari tahun 2015 yang sebesar Rp519 Milyar. BTN mencapai hasil kinerja semester I 2016 yang positif. Demikian Maryono Direktur Utama BTN menjelaskan usai paparan kinerja BTN semester I 2016 di Jakarta, Senin 25 Juli 2016.

Maryono menambahkan BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan pangsa pasar 31%. Kredit yang disalurkan BTN selama semester I 2016 tumbuh 18,39% dari Rp126,125 Triliun pada tahun 2015 menjadi sebesar Rp149,316 Triliun. Pertumbuhan k…

Kinerja Astra Semester I 2016, Laba Bersih Turun 12%

Gambar
PT Astra International Tbk (ASII) mencatat penurunan laba bersih pada semester I 2016 sebesar 12 % dari Rp 8 triliun menjadi Rp 7,1 triliun. Penurunan ini utamanya dipicu pelemahan harga komoditas dan penurunan permintaan alat berat.


"Laba bersih grup Astra selama semester pertama menurun. Tantangan pada semester pertama tahun ini berasal dari pelemahan harga komoditas dan permintaan terhadap alat berat," ujar Presiden Direktur ASII, Prijono Sugiarto, dalam keterangan tertulisnya.


Menurut penjelasan Prijono, selain pelemahan harga komoditas dan penurunan permintaan alat berat, penurunan volume bisnis kontraktor pertambangan dan peningkatan kredit bermasalah di Permata Bank masih akan dirasakan hingga akhir tahun. "Walaupun demikian, kami berharap kinerja dari bisnis pembiayaan konsumen dan otomotif masih solid," jelas Prijono.


Penurunan laba bersih perseroan diiringi dengan penurunan pendapatan bersih konsolidasi Astra pada sebesar 5 % menjadi Rp 88,2 triliun pada…

Kinerja Astra Terkena Imbas Penurunan Sektor Tambang dan Komoditi

Gambar
Pelemahan sektor bisnis tambang dan komoditi rupanya juga punya dampak terhadap kinerja bisnis group konglomerasi swasta terbesar Indonesia, PT Astra International Tbk. Setidaknya hal itu tampak dari kinerja semester pertama 2016 dari konglomerasi yang punya multi bisnis tersebut (otomotif, finansial, agro, tambang, properti, infrastruktur, dll) tersebut.  

Sebagaimana dipaparkan dalam laporan keuangan resmi,  PT Astra International Tbk (ASII) mencatat penurunan laba bersih pada semester I 2016 sebesar 12 % dari Rp 8 triliun menjadi Rp 7,1 triliun. Penurunan ini utamanya dipicu pelemahan harga komoditas dan penurunan permintaan alat berat. 
"Laba bersih grup Astra selama semester pertama menurun. Tantangan pada semester pertama tahun ini berasal dari pelemahan harga komoditas dan permintaan terhadap alat berat," ujar Presiden Direktur ASII, Prijono Sugiarto, dalam keterangan tertulisnya.

Menurut penjelasan Prijono, selain pelemahan harga komoditas dan penurunan permintaan a…