Minggu, 18 September 2016

Strategi Akuisisi Membuahkan Hasil, Kinerja Laba dan Penjualan Tiga Pilar (AISA) Melonjak




Sesuai laporan keuangan semester I/2016 yang dipublikasikan (23/8/2016), PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (TPSF) berhasil mengumpulkan laba senilai Rp 255,96 miliar. Perolehan tersebut naik 30,62% dibandingkan dengan laba di periode yang sama 2015 yang  sebesar Rp 195,96 miliar.



Kenaikan laba bersih seiring pertumbuhan pendapatan perseroan. Sepanjang semester I/2016, Tiga Pilar meraih pendapatan Rp3,57 triliun atau naik 12,97% dibandingkan dengan penjualan dan pendapatan usaha di periode sama 2015, yakni senilai Rp3,16 triliun.



Adapun, beban pokok penjualan dan pendapatan naik tipis menjadi Rp2,69 triliun dari Rp2,54 triliun di semester I/2015. Beban penjualan dan beban umum serta beban administrasi juga terlihat naik dengan kenaikan masing-masing 19,78% dan 44,06%.



PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (TPSF) merupakan perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2003 yang pada awalnya hanya bergerak di bisnis makanan (TPS Food). Sejalan dengan proses transformasi bisnis yang dimulai pada 2009, TPSF terus melakukan ekspansi bisnis. 



Selama tiga tahun terakhir, sejalan dengan proses transformasi bisnis yang dicanangkan pada akhir tahun 2009, TPSF telah berkembang pesat dengan kombinasi akuisisi dan pola pertumbuhan internal. Dengan komitmen untuk meningkatkan nilai perusahaan dari waktu ke waktu, kedua teknik tersebut sejauh ini mampu meningkatkan masa hidup perusahaan.



Bisnis makanan dari TPS Food adalah bisnis pendahulu dan tetap menjadi salah satu kontributor utama TPSF yang terus mengembangkan usahanya. Produk TPS Food antara lain mie kering, mie instan (snack), bihun kering, bihun instan, snack, biskuit dan permen. Sepanjang 2015, TPS Food secara intensif melanjutkan strategi pemasaran dari tahun sebelumnya meliputi branding activity, promosi, kemasan baru maupun inovasi produk.



Salah satu keputusan penting Tiga Pilar Group ialah ketika akhir 2010 memulai bisnis beras dengan mengkuisisi PT Dunia Pangan. TPS Rice yang bergerak dalam pengolahan dan distribusi beras mempunyai beberapa pabrik pengolahan beras di lokasi strategis dimana tempat lumbung padi di Indonesia berada. Dengan bisnis model “Paddy to Rice”, TPS Rice secara jelas membedakan dirinya dengan kompetitor lain yang kebanyakan rice milling tradisional kecil dan tersebar di banyak tempat. Pada 2015, TPS Rice memiliki kapasitas produksi sebesar 480.000 ton per tahun dengan lokasi pabrik beras berada di Jawa Barat dan Jawa Tengah.