Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Cara Willie Smits Bangkitkan Pertanian Gula Aren

Bukan rahasia lagi, di Indonesia pohon aren (arenga pinnata),  selama bertahun-tahun  cenderung dipandang sebelah mata oleh warga masyakarkat. Nilai ekonomisnya sering dianggapkalah jauh dibanding pohon kelapa (coconut tree),  tebu dan terlebih dibanding kelapa sawit (palm oil tree). Tak  heran, warga masyarakat semakin jarang yang mau dengan sengaja menanam pohon aren, apalagi  membudidayakannya dengan rapi dalam jumlah banyak. Tak heran, pohon aren yang ada,  khususnya di Jawa, kebanyakan merupakan tanaman yang tumbuh alami, di pematang- pematang sawah atau tebing-tebing pegunungan. Jumlah populasi orang yang mau mengambil nira  aren pun semakin lama semakin sedikit, alias makin habis.
Kenyataan itulah yang melecut keprihatian seorang Willie Smits. Pasalnya,  menurutnya, tanaman aren merupakan tanaman yang sangat produktif. "Ini pohon ajaib. A magic tree. Dari akar sampai daun bermanfaat bagi manusia. Orang yang  mengonsumsi gula aren punya harapan hidup lebih baik karena lebi…

Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex

Sore itu suasana di kawasan pabrik Gistex di Jl Nanjung, Margaasih, Bandung, masih ramai.  Mobil dan motor karyawan dan tamu keluar masuk di komplek pabrik seluas 50 hektar itu. Di  depan bangunan pabrik tampak terparkir rapi sederet mobil. Juga ada dua bangunan besar bak  sebuah restoran besar yang tak lain adalah kantin karyawan. Di halaman dalam pabrik, para  karyawan produksi tampak hilir-mudik mendorong forklift pengangkut kain tekstil untuk dibawa ke gudang penampungan sembari menunggu truk kontainer datang. Dengan senyum ramah  mereka mengangguk saat berpapasan dengan para tamu yang datang.


Melihat dinamika di kawasan pabrik dan kantor pusat PT Gistex itu, sungguh tidak ada kesan  sama sekali bahwa industri tekstil di Indonesia sedang kesulitan. Juga sama sekali tidak bekas bahwa PT Gistex sebelumnya pernah mengalami kesulitan. Terlebih bila melihat  suasananya kantor yang bersih, modern, jauh dari kesan kusam atau lawas. Pun bila melihat  omset bisnisnya yang sudah diatas Rp …

Cara Sinjaraga Mengelola Para Pengrajin Bola

Tak sedikit kalangan penggiat dunia olahraga sepakbola yang sudah mengenal perusahaan ini, PT Sinjaraga Santika Sport (Sinjaraga). Maklum, perusahaan ini terbilang hanya segilintir perusahaan di Indonesia yang eksis berbisnis bola sepak. Bisnis Sinjaraga memang memproduksi bola sepak yang pemasarannya kini sudah tersebar luas, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. Pada tahun-tahun ketika Piala Dunia (World Cup) diselenggarakan, biasanya nama perusahaan ini ikut mencuat. Bukan saja karena produknya sebagian digunakan FIFA untuk ajang resmi itu, namun pemesanan dari buyer di luar event Piala Dunia juga cenderung meningkat di tahun-tahun itu.

Didirikan oleh Irwan Suryanto tahun 1994, Sinjaraga memang terus berkembang dari tahun ke tahun. Saat ini kapasitas produksi bola perhari di kisaran 3.000 bola atau sekitar 90.000 sampai 100.000 bola per bulan. Dari seluruh produknya, Sinjaraga saat ini hanya fokus memproduksi jenis bola untuk olahraga sepakbola, baik untuk sepakbola tanah/r…

Strategi Jaringan Hotel Ibis Agar Makin Eksis

Gambar
Tanpa gembar-gembor, jaringan hotel Ibis (Ibis Family) sudah mereposisi konsep hotelnya  dan melakukan sejumlah langkah revitalisasi. Mau tahu?

Bila 3-4 tahun lalu Anda pernah datang ke Hotel Ibis Slipi (Jakarta Barat) dan sekarang  kembali ke hotel itu, pasti Anda akan mendapati pemandangan yang berbeda. Khususnya pada  penampakan public area seperti front office dan ruang tunggu. Khususnya gaya desainnya  yang lebih muda, dinamik, dan penuh warna-warni seperti tempelan halaman koran di ruang depan. Tak ubahnya ruang kerja tokoh spiderman dalam film superhero itu. Desain-desain kamar hotel  juga berubah, dengan look and feel yang terasa lebih dinamis. 
Pemadangan seperti sejatinya tak hanya terjadi di Ibis Slipi, namun juga di sejumlah hotel  lain dalam keluarga Ibis (Ibis Family) yang dikelola Accor Group. Kalau Anda pergi ke  Hotel Ibis Kemayoran atau Hotel Ibis Tamarin, misalnya, kondisinya setali tiga uang.  Sudah berubah.  Tak salah, diam-diam Group Accor memang telah melakukan be…

Research Report on 235 Group of Companies in Indonesian Palm Oil Plantation

Just info, we have just completed research on palm oil plantations in Indonesia. We reports it in a research book in English, under the title of "235 Group of Companies in Indonesian Palm Oil Plantation: Your Potential Partners for Future Growth". I think this book will be very useful for companies that's looking for partners to Indonesian palm oil plantation companies. CPO buyers, investor, bankers, are the most recommended to read this book. Of course it will be very useful for company that will invest in palm oil plantation in Indonesia, especially company that will acquire other plantation.

This book cover companies which own palm oil plantation in Indonesia (operational in Indonesia), based on group ownership. Sinarmas Group for instance, though the group own more than 30 plantation companies, we only count one. So the other group that own more 8 palm oil plantation company, we also count one. This book cover both companies owned by local investor or foreign invest…

235 Group Perusahaan Perkebunan Sawit di Indonesia

Bagi bapak-bapak dan ibu-ibu yang bisnisnya terkait perkebunan sawit, baik itu pemilik kebun, investor perkebunanan atau supplier untuk industri perkebunan sawit, saat ini sudah kami bukukan "235 Group Perusahaan Perkebunan Sawit di Indonesia" baik perusahaan milik pengusaha Indonesia atau perusahaan asing. Buku riset ini berjudul "235 Group of Companies in Indonesia Palm Oil Plantation: Your Partner for Future Growth". 
Intinya buku ini merupakan kumpulan (hasil riset) tentang perusahaan-perusahaan perkebunan sawit yang punya kebun di Indonesia (beroperasi di Indonesia) berdasarkan group kepemilikan bisnis itu. Karena yang dilihat adalah groupnya, maka, walapun misalnya di Sinarmas Group punya lebih dari 30 perusahaan perkebunan, maka hanya hanya dihitung satu. Demikian juga bila ada yang satu group perusahaan punya 5 atau 6 atau 8 perusahaan perkebunan sawit, mereka juga dihitung satu saja. Namun demikian, nama-nama anak perusahaan sawit di group itu tetap di…