Selasa, 18 Oktober 2011

Orang Miskin Ditendang Dari Universitas

Itu adalah bahasa rielnya. Kini biaya pendidikan di universitas negeri makin mahal. Bahkan di universitas negeri di daerah sekalipun. Orang tua yang menyekolahkan anak ke perguruan tinggi pasti merasakan betul mahalnya pendidikan kita. Bahkan untuk anak-anak cerdas yang berhasil lolos ujian masuk perguruan tinggi negeri, biaya itu terasa mencengangkan. Untuk masuk Fakultas Ekonomi UGM, misalnya, setelah lulus tes, seorang calon mahasiwa ditarik uang pangkal 40 juta rupiah. Untuk Fakultas kedokteran di beberapa PTN bisa mencapai 200 juta rupiah.Bahkan di perguruan tinggi negeri yag belum terkenal pun masuk FK juga ratusan juta. Kasian banget orang miskin, secara riel mereka sudah ditendang dari universitas.

katanya sih ada subsidi, namun nyatanya itu jumlahnya tak siginifikan. Bahkan di beberapa PT pemberian subsidi untuk warga miskin hanya dijadikan lip servise atau strategi bunga untuk menutup buruknya image karena pungutan yg menggila. Celakanya, kalangan PT swasta juga ikut2an naikin biaya.

Semoga segera ada perubahan kebijakan dan kembali ke sistem lama yang membuat warga miskisn bisa kuliah lagi, Pemerintah harus subsidi PTN full.

Alangkah mahal biaya kuliah di universitas kita. Berkuliah di luar negeri, seperti Jerman, Australia, bisa jadi lebih murah ketimbang di universitas negeri terkemuka itu. Meskipun sudah sekalian dihitung biaya hidup di luar negeri. Itu sebabnya, sebagian orang mulai melirik kuliah di luar negri daripada membayar uang pangkal yang tak masuk akal itu.

Kita mesti mengevaluasi kembali cara pendidikan ini diatur. Sistem ini, lama-lama hanya melayani golongan superkaya di masyarakat kita. Sebab hanya merekalah yang mampu membayar kursi perguruan tinggi negeri kita. Cara ini menyingkirkan anak anak muda yang miskin, meskipun mereka cerdas. Itu artinya, kita menghilangkan potensi anak bangsa untuk berkembang. Juga menghambat kemajuan bangsa kita.

Wahai Bapak-Bapak pembuat keputusan, ingatlah saudara2 kita yang miskin, jangan bisu atau pura-pura tuli melihat nasib mereka. Tuhan Maha Melihat Anda.