Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2011

Secrets to Boost Restaurant Sales and Increase Customer Loyalty

Book Resume from Marj Galangco

As a restaurateur, your greatest expense is not your staff or your rent or your food bills – it’s the big number of consistently empty seats that are going to bleed you dry. So more than anything, your top priority as a restaurateur is to keep those seats warmed up.

While profit margins in the catering business is relatively big, running a profitable restaurant doesn’t just involve serving good food. In fact, it’s been demonstrated that you can serve mediocre food and still reap massive success if only you have a brilliant marketing strategy – just look at McDonald’s.

Sadly, many restaurateurs go into business thinking about everything else but the marketing plan. They fret over the food supplies, the kitchen appliances, the interior design, the staff, but they don’t spend enough time on strategizing how exactly they are going to consistently attract (and keep!) customers.

What You'll Learn from this Article

Because you’re reading this, I’m assuming you’r…

How To Boost Your Sales With Customer Testimonials

Buying decisions are more and more shaped by testimonials, written or spoken statements that are used to demonstrate social proof and build trust. When believed true, they are not only among the most effective marketing strategies or advertising campaigns, they are also among the salesperson’s strongest and most effective arguments.

Did you know that a study by Dutch research companies VODW consultancy and MarketResponse has shown that customers are prepared to pay 25% more when you have positive (online) testimonials? Compared to several years ago, more and more customers turn to the internet for research, orientation, buying and customer service. This of course brings new opportunities, especially for companies that keep their promises.

Part of this study was an experiment with three imaginary offers for a weekend getaway to Paris, all with the same features. The only difference being price, average rating and the number of reviews. The first offer was priced at 175 Euros (250 U.S. do…

Pengusaha Brilian Di Balik Gurita Wilmar Group

Gambar
Tak salah, Martua Sitorus adalah salah satu ikon penting industri sawit di Indonesia. Bukan karena ia punya kebun sawit terluas di Indonesia. Dari sisi kepemilikan kebun bisa jadi masih kalah dari Sinarmas Group, Salim dan Astra. Ia pengusaha hebat karena menguasai industri perdagangan dan pengolahan hasil sawit, termasuk industry refinery-nya. Wilmar Group / KPN Group miliknya merupakan pembeli terbesar minyak CPO dari berbagai pemilik kebun dan pabrik sawit di Indonesia. Wilmar yang mengolah dan mengekspornya ke berbaga belahan dunia.  Perusahaan yang ia bangun  sudah go public di Singapore Stock Exchangedan disebut-sebut sebagai salah satu perusahaan publik berkapitalisasi pasar terbesar di bursa negeri jiran itu.
Wilmar International kini juga sudah familier bagi pemain agrobisnis di Indonesia. Kiprahnya tak sekadar jagoan lokal. Wilmar sudah menjadi pemain global, mempunyai tak kurang dari 160 pabrik pemrosesan minyak sawit dan minyak nabati di berbagai negara termasuk Indonesia,…

Johnny Sardjanto, Corporate Trainer yang Sukses Tanpa Gembar-gembor

Sudarmadi

Sebagai trainer, nama Mohamad Johnny Sardjanto memang tak setenar Ary Ginandjar, Mario Teguh, Andrie Wongso, James Gwee, Tung Desem Waringin, ataupun Reza Syarif. Namun, soal kelarisan dan “jam manggung”, ia tak kalah dari nama-nama yang lebih populer itu.

Di mata banyak direktur SDM di perusahaan BUMN dan perusahaan multinasional, sosok Johnny memang tak asing lagi. Lewat PT Pinastika Sasura, jasa Johnny dicari perusahaan-perusahaan besar yang ingin memompa motivasi dan kinerja karyawannya. Lembaga pelatihan yang didirikan Johnny pada 1991 itu populer dengan paket pelatihan yang disebut Peningkatan Karya Prestatif (PKP).

Secara total sudah lebih dari 24 ribu orang pernah ikut pelatihannya. Sederet kliennya dari kalangan swasta, misalnya Riau Pulp & Paper, Asian Agri, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (pertambangan batu bara), PT Aplikanusa Lintasarta (TI dan telko), Banpu Group (pertambangan), Freeport Indonesia (pertambangan), Koba Tin, Multi Bintang Indonesia, Pama Persa…

Lika-Liku Tris Tanoto Besarkan Bisnis Ikan Arwana

Gambar
Kesuksesan merupakan buah dari kerja keras. Tapi sukses pun tak terlepas dari faktor keberuntungan – atau hoki dalam bahasa kalangan Tionghoa. Itulah yang diyakini Tris Tanoto, wirausaha sukses di bidang penangkaran dan ekspor arwana merah. Tris Tanoto,  pemilik PT Munjul Prima Utama (MPU), dikenal sebagai pengusaha sukses di bisnis ikan arwana dan salah satu pemain besar di bisnisnya. Semua produknya untuk ekspor (100%). Kebanyakan pembelinya datang dari Jepang, Taiwan, Cina, Thailand, Singapura dan Korea. Dengan kerja keras, terus mendalami bisnisnya dan tekun, ia bisa bertahan di bisnis ikan yang dibatasi banyak aturan itu,


Perjalanan usaha Tris mengembangkan bisnis arwana melalui PT Munjul Prima Utama (MPU), bermula dari sebuah kebetulan. Kisahnya berawal pada 1985, ketika Tris berusia 36 tahun. “Sampai dengan usia 35 tahun saya masih miskin,” ungkapnya kepada SWA yang bertandang ke kolam penangkaran arwananya di kawasan Munjul, Jakarta Timur.
Kala itu, seorang teman Tris yang se…

Sukses Andrew Santoso Mengembangkan Bisnis Resto

Gambar
Hobi makan tak selalu jelek. Buktinya, dari hobi makan ini, Andrew Santoso menjadi wirausaha wan sukses di bisnis restoran. Kini, Andrew memiliki dan mengelola resto Mangkok Putih  yang sudah punya banyak cabang, serta punya  boutique food court di Senayan City bernama Urban Kitchen. Juga mendirikan resto yang happening seperti  LOEWY Gastropub, Meja Kitchen, Pepin &Malloy Hot Dogs, Miura Pintxos Bar & Grill, Miura Pintxos Bar, Embassy, Score, Portico, dan Domain.


Kiprah Andrew di bisnis resto tak lepas dari masa lalunya ketika kuliah di Jurusan Pemasaran Bentley College, Boston, Massachussets, Amerika Serikat. Di sana ia yang gemar makan kerap mengunjungi China town untuk menikmati berbagai menu, khususnya mi. Segala macam bakmi dari Asia, termasuk bakmi Vietnam dan Thailand, disantapnya. Setelah kembali ke Indonesia, ia melihat bakmi hampir seragam. Maka, ia memulai bisnis resto dengan mengembangkan resto Mangkok Putih yang konsepnya menyediakan bakmi dari berbagai negara, …

Kolaborasi Toyota-Daihatsu Episode 2

Setelah sukses menetaskan dan memasarkan Avanza-Xenia, kini Toyota-Daihatsu kembali berkolaborasi meluncurkan Rush dan Terios. Duit sebanyak US$ 70 juta diguyurkan untuk peningkatan kapasitas pabrik. Sanggupkah mereka melebarkan pasar SUV di Tanah Air?


Beberapa minggu terakhir dunia otomotif negeri ini kembali dihangatkan ulah bareng dua pemain penting, PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Setelah sebelumnya – tepatnya pada 2003 – mereka berkolaborasi membuahkan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, kini mereka kembali meluncurkan mobil kembar, yang diberi nama Toyota Rush dan Daihatsu Terios.

Boleh jadi, mereka berdua ingin mengulang sukses manis yang dicapai Avanza-Xenia. Lihat saja, di tengah kondisi bisnis otomotif nasional yang terpukul kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, Avanza-Xenia masih bisa berkibar dengan penjualan per bulan di atas 2 ribu unit. Baik Avanza maupun Xenia merupakan mobil penumpang dengan penjualan mengesankan – selain Kijang Innova t…

Pengusaha Ini Sukses Kembangkan Obonk Steak Group

Gambar
Daripada menjadi ekor naga, lebih baik menjadi kepala ular. Filosofi ini yang mendasari keputusan Sugondo menggelindingkan usaha sendiri. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara, Jakarta, ini sebelumnya sempat berkarier di beberapa perusahaan, termasuk sebagai bankir di Bank Majapahit. Namun ia memilih mendirikan usaha sendiri di bisnis resto. Setelah beberapa kali gagal, Sugondo dan keluarganya sukses mengembangkan jaringan bisnis resto khusus steak. Gerainya tersebar di berbagai kota besar.  Keputusan Sugondo berwirausaha terbukti tak salah. Dibantu anak-anaknya, ia sukses mengembangkan bisnis restotan steak. Malah, tak berlebihan bila kini ia dijuluki si Raja Resto Steak. Pasalnya, jumlah gerai resto steak yang ia kelola bersama anak-anaknya mencapai lebih dari 60, yang tersebar di berbagai kota besar. Usaha resto steak keluarganya kini dikonsolidasi dalam bendera Obonk Steak Group. Maklum, selain mengembangkan gerai resto Obonk Steak, Sugondo juga punya Waroeng Steak, K…